APIRMINTA JAGAT PRAMIDITA
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Perkenalkan nama saya Febrian Khansa Aquariel, dari Pandega - 04. Disini saya akan sharing nih seputar Charity yang saya laksanakan di Legion 2019. Nah charity dari kelompok pandega saya yaitu berupa sembako. Sembako sendiri artinya adalah sembilan bahan pokok yang terdiri dari berbagai bahan - bahan makanan dan minuman yang secara umum sangat dibutuhkan masyarakat indonesia pada umumnya. Tanpa sembako ini, masyarakat di Indonesia bisa terganggu karena sembako ini merupakan kebutuhan pokok yang utama untuk kehidupan sehari - hari yang wajib ada dijual bebas di pasaran.
Nah pada charity kali ini tuh saya akan memberikan sembako berupa beras, mie, sarden, dan juga minyak.yang semoga akan membantu sedikit dalam perekonomiannya dan juga kebutuhan pangannya. Nah di kesempatan kali ini tuh saya akan memberikan sembako tersebut kepada Driver Ojek Online yang saat ini terkena dampak dari pandemi Covid - 19. Kebetulan sekali dekat tempat saya membeli sembako tersebut ada Driver Ojek Online Grab yang sedang mencari orderan di sekitar situ. Mengapa saya berikan ke Driver Grab tersebut? nah ini dikarenakan kita sebagai mahkluk sosial dan dianjurkan menurut agama saya sendiri yaitu agama islam bahwa ketika kita saling berbagi kepada saudara kita sendiri merupakan amalan yang sangat baik atau bisa disebut dengan sedekah. Sedekah merupakan pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal, atau perbuatan baik. Dalam sebuah Hadist digambarkan, "Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah". Nah dalam konteks tersebut saya ingin menerapkannya dalam kehidupan sehari - hari sehingga bisa membantu dalam hal perekonomiannya. Nah, Driver Grab yang saya temui ini adalah seorang wanita yang sangat tangguh. Beliau bernama Ibu Susilawati. Usia beliau 47 Tahun dan beliau tinggal di Kota Bandung. Saya memberikan sembako tersebut kepada beliau dikarenakan saya melihat beliau sangat tangguh dan salut kepada beliau. Beliau adalah "Single Fighter" kata beliau. Kenapa "Single Fighter"? tanya saya. Beliau menjawab dikarenakan beliau sudah cerai dengan suami beliau. Beliau mempunyai 3 orang anak dan semua anaknya adalah perempuan. Beliau bercerita kepada saya anak yang pertama sudah tamat SMA dan menikah. Anak yang keduanya masih duduk di bangku kuliah di daerah kota Bandung. dan Anak yang paling kecil masih duduk di bangku SMP. Beliau sangatlah ramah kepada saya dan bercerita banyak hal. Saya sangatlah salut dengan beliau dikarenakan beliau meskipun umurnya sudah tidak muda tetapi masih sangat semangat dalam mencari pundi - pundi rupiah demi menghidupi keluarga kecil beliau. Ketika saya melihat beliau untuk pertama kali, yang ada di dalam pikiran saya adalah kagum, Sangat kagum dikarenakan beliau rela berpanas - panasan mencari orderan menjadi Driver Grab. Ditambah lagi kan di Indonesia Lumayan langka menemui Driver Grab wanita seperti beliau. Apalagi keadaan beliau adalah "Single Fighter". Beliau bercerita tidak mudah mencari orderan dikala pandemi Covid - 19 ini dikarenakan jarang ada masyarakat yang memakai jasa Ojek Online di kala pandemi ini dikarenakan pertama karena Virus Covid - 19 tentunya, yang kedua kitapun harus sangat berhati - hati dan harus menjaga jarak dengan orang lain agar tidak terpapar Virus Covid - 19 ini. Berbeda dengan saat kondisi normal. Dan karena pandemi Covid - 19 ini ekonomi beliau juga cukup terganggu karena orderan Ojek Onlinepun berkurang dari biasanya. Beliau bercerita biasanya saat kondisi normal beliau bisa mendapatkan uang antara seratus ribu rupiah sampai dengan dua ratus ribu rupiah per hari bersih. Bahkan bisa sampai lima ratus ribu rupiah dalam sehari tuturnya. Namun karena pandemi Covid - 19 ini, beliau hanya mendapatkan tidak lebih dari seratus ribu rupiah perharinya. Itupun terkadang beliau mencari orderan sampai larut malam. Tetapi tetap saja dikarenakan sepi orderan paling banyak hanyalah sampai seratus ribu rupiah per harinya dikala pandemi Covid - 19 ini. Tetapi itu tidak mematahkan semangat beliau untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Beliau juga bercerita anaknya yang pertama juga membantu beliau untuk menambah penghasilan beliau untuk kelangsungan hidup keluarga mereka. Anaknya yang pertama itu membuat makanan ringan yang diberi nama "Kulum" atau kulit lumpia. Beliau juga membawa makanan ringan yang dibuat anaknya itu ketika mencari orderan sembari menjualnya kepada masyarakat yang ditemuinya ketika sedang mencari orderan. Beliau juga membuat pesanan Telur Asin untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Saya pun tertarik untuk mencoba makanan ringan dan Telur Asin yang beliau bawa. Ternyata makanan ringan dan telur asin tersebut enak sekali menurut saya. Rasanya pas dan enak. Saya pun membelinya untuk dibawa pulang oleh saya dan karena saya juga lapar hahaha. Beliau bercerita kepada saya lumayan berat beliau menjalani hidup dikala pandemi Covid - 19 ini dikarenakan beliau juga harus membayar kuliah anaknya yang kedua. Maka dari itu beliau mencari cara apapun untuk mencukupinya. Beliau juga memberi saya nasihat agar jangan patah semangat dalam menjalani hidup. "Selama itu benar dan halal, pasti ada jalannya kok." tutur beliau. Menjadi tulang punggung keluarga itu ternyata sangatlah berat pastinya tetapi selama kamu menjalaninya dengan ikhlas dan penuh semangat, Allah pun pasti membantu kata beliau. Beliau pun menyemangati saya untuk belajar dengan sungguh - sungguh selama kuliah. Saya pun meng iyakan perkataan beliau untuk semangat selalu dan belajar dengan sungguh -sungguh selama kuliah ini. Selama menunggu orderan beliau sangat senang dikarenakan ada teman untuk menemaninya menunggu mendapatkan orderan. Selama kami mengobrol sekitar 30 menit itu tidak ada satupun orderan yang datang. Ketika saya tanya memang selalu selama itu menunggu orderan, beliau menjawab tentu tidak. Selama pandemi Covid - 19 ini saja orderan lumayan susah untuk didapatkan kata beliau. Tetapi dengan adanya saya untuk menjadi teman mengobrol, beliau jadi tidak kesepian tuturnya. Saya pun senang mendengarkan cerita tentang kehidupan beliau. Tak lama kemudian beliau mendapat orderan Grab Express yaitu orderan untuk mengantarkan barang milik orang lain ke tempat tujuan. Beliau pun berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada saya. Saya pun sebaliknya kepada beliau. Sungguh beliau adalah sosok yang sangat inspiratif bagi saya.
Pada Charity kali ini saya mendapatkan banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil dari Driver Ojek Online yang saya temui sore itu. Dan saya pun kagum dengan semangat beliau dalam menjalani pekerjaan sebagai Driver Ojek Online itu. Meskipun beliau seorang wanita paruh baya namun beliau sangatlah bersemangat dalam bekerja. Meskipun juga terik matahari yang panas namun itu tidak menjadi penghalang bagi beliau dalam menjalani pekerjaannya. Menurut saya, beliau adalah sosok wanita yang sangat hebat dan kuat karena mungkin bagi beberapa wanita pekerjaan tersebut tidak cocok dan berat dikarenakan harus mengendarai sepeda motor selama seharian penuh. Kesana kemari menempuh jarak yang sangat jauh dalam sehari. Mungkin cukup sekian yang dapat saya bagikan pada blog kali ini. Pesan yang dapat saya sampaikan adalah jangan menyerah dan teruslah bersemangat dalam menjalani kehidupan. Fokus lah untuk kedepannya dan selalu niatkan dan berpikir semua ini pasti ada jalannya. Selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT berikan kepada kita baik itu berupa kesehatan, penglihatan, pendengaran dan lainnya yang masih bisa kita nikmati dan masih berfungsi untuk menjalankan aktivitas yang akan dilakukan. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang menyinggung ataupun menyakitkan, Terima Kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Comments
Post a Comment